eNewsTimE.id, Tanjabtim - Gangguan sistem layanan perbankan yang sempat viral dan meresahkan nasabah akhirnya dibahas serius oleh DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur. DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tertutup bersama jajaran direksi Bank Jambi Cabang Muara Sabak Barat, Selasa (03/03/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang serba guna DPRD tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tanjabtim, Hj. Zilawati, SH, guna meminta penjelasan resmi terkait gangguan sistem yang diduga akibat serangan siber terhadap layanan Bank Jambi.
Pimpinan Bank Jambi Cabang Muara Sabak Barat, Yudi Marsadeno, dalam rapat tersebut mengkonfirmasi bahwa gangguan yang terjadi memang disebabkan oleh serangan keamanan siber pada sistem bank.
“Memang terjadi serangan siber di Bank Jambi. Saat ini kami terus memantau proses pemulihan server bersama BI dan OJK. Kami pastikan dana nasabah yang sempat terdampak sudah mulai dikembalikan,” jelas Yudi.
Ia menjelaskan, gangguan awalnya hanya terjadi pada dua teller, namun sempat meningkat hingga lima teller sebelum akhirnya dilakukan penanganan teknis oleh tim pusat.
Bank Jambi juga mengimbau nasabah agar tidak membuka aplikasi mobile banking lama yang masih terindikasi memiliki virus. Nasabah diminta melakukan pembaruan sistem serta membuka kembali akses layanan secara bertahap melalui kantor cabang.
Sementara itu, Ketua DPRD Tanjabtim, Hj. Zilawati, menegaskan bahwa pihaknya perlu memastikan keamanan dana pemerintah daerah, khususnya Dana Alokasi Umum (DAU), serta kelancaran pembayaran gaji pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Kami mengapresiasi langkah Bank Jambi, namun DPRD perlu memastikan apakah dana APBD ikut terdampak atau tidak. Kami juga berharap proses penggajian pegawai tidak mengalami hambatan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Bank Jambi memastikan bahwa dana milik pemerintah daerah tetap aman dan tidak terdampak gangguan sistem. Bahkan, penyetoran saham terakhir pada tahun 2024 disebut tetap berjalan sesuai rencana melalui sejumlah Kantor Cabang Pembantu (KCP) seperti Sabak Timur dan Nipah Panjang.
Selain membahas persoalan teknis perbankan, rapat juga menyinggung penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang mencapai Rp381 juta.
Dana CSR tersebut rencananya akan digunakan untuk berbagai program pembangunan fisik dan sosial, di antaranya pembangunan sumur bor masjid serta bantuan sosial bagi masyarakat di sejumlah desa.
Di akhir rapat, Ketua DPRD Hj. Zilawati menyatakan bahwa DPRD akan segera memberikan penjelasan kepada publik melalui konferensi pers guna meredam kekhawatiran masyarakat terkait gangguan sistem perbankan tersebut.
“Kami akan segera menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan terkait gangguan sistem yang sempat terjadi di Bank Jambi,” pungkasnya.
Wabup Tanjab Barat Gelar Safari Ramadan di Desa Rantau Badak Lamo, Muara Papalik
Wabup Katamso Gelar Safari Ramadan di Masjid Al-ULA Desa Penyabungan Kecamatan Merlung
Resmi Dilantik, 6 Pejabat Pemkab Muaro Jambi Diuji Tanggung Jawab dan Profesionalisme
Zoom Jadi Media Syiar, Sekda Muaro Jambi Resmi Luncurkan Program Sekolah Mengaji

Tahun Perdana “MERATA”, Tanjabtim Catat Pendapatan Rp1,18 Triliun dan Dorong 8 Agenda Desa